News Update :
Ikuti Pendidikan dan Pelatihan Bekam di www.pendidikanbekam.com - Daftarkan diri sekarang juga, Dapatkan discount hingga 50% Pendidikan dan Pelatihan Bekam Langsung Bisa Praktek ...::.... Discount Belaku Hingga September 2013

Mencegah dan Mengatasi Cacing Pada Tubuh Kita Secara Alamiah

Ikatan Terapis Bekam Indonesia - ITBI - Di dalam tubuh manusia, cacing hidup sebagai parasit. Cacing-cacing tersebut ada yang hidup di dalam usus, dalam kulit, dalam daging, di hati, dan lain-lain. Sebagaimana diketahui bahwa cacing terdiri dari berbagai jenis seperti cacing pita, cacing gelang, cacing kremi, cacing tambang, dan lain-lain. Beberapa janis dari cacing itu akan hidup secara terus-menerus atau menetap di dalam usus manusia.


Berjangkitnya penyakit cacingan sebenarnya tidak pandang bulu baik pada anak-anak, remaja, atau orang dewasa. Penderita yang terjangkit penyakit cacingan, umumnya memperlihatkan gejala sebagai berikut: mencret-mencret, timbulnya nyeri di perut saat merasa lapar, adanya gangguan di perut, berat badan menurun, timbulnya gejala kurang darah yang sangat berat, dan lain-lain.

Pada umumnya cacing-cacing tersebut terdapat dimana-mana, tetapi ada beberapa jenis yang hanya terdapat di negara-negara tropis dan sebagai jenis cacing pembawa penyakit, diantaranya :

Cacing Kremi
Cacing kremi menyebabkan gatal-gatal pada sekitar anus. Jenis cacing kremi ini berwarna putih seperti benang yang dapat dilihat pada feses penderita. Serangan cacing kremi dapat menimbulkan gatal-gatal yang dapat menimbulkan iritabilitas, garukan yang terkadang menimbulkan vaginitis (radang vagina), dan lain-lain. Penularan cacing kremi dapat terjadi akibat pengkonsumsian sayuran atau buah-buahan yang terkontaminasi telur atau anak cacing kremi yang baru menetas yang terdapat pada makanan yang dikonsumsi dan berkembang biak di dalam mulut. Selain itu dapat juga terjadi secara tidak langsung, misalnya melaui kontak pakaian atau sprei yang digunakan.

Untuk menghindari tertularnya cacing kremi pada anak-anak dapat dilakukan hal-hal berikut ini :

Usahakan agar anak-anak mandi setiap hari minimal 2 kali.

Mencuci tangan hingga bersih menggunakan sabun terutama setelah buang air besar atau sebelum makan.

Hindari kebiasaan anak menggigit-gigit kuku.

Mengganti pakaian setiap hari, terutama pakaian dalam.

Bila memungkinkan, gantilah sprei setiap hari.Cacing Tambang
Cacing tambang jika melekat pada kulit, akan mengakibatkan gatal-gatal yang sangat terasa, yang disusul dengan timbulnya ruam gelembung dan berkeropeng. Serangan pada tahap yang parah akan mengakibatkan muka pucat, berat badan menurun, daya pikir otak menurun, pertumbuhan terutama pada anak akan menjadi terganggu, pada wanita dewasa akan menyebabkan tidak terjadinya menstruasi, timbul edema (pengumpulan cairan) pada kaki atau di badan, kurang darah, dan lain-lain.

Agar terhindar dari terjangkitnya penyakit cacing tambang dapat dilakukan antara lain :

Membiasakan diri pada anak maupun orang dewasa untuk selalu menggunakan alas kaki bila berjalan di tempat kotor.

Menjaga kebersihan kulit tubuh, terutama kaki dan tangan.

Dan lain-lain.Cacing Gelang
Cacing gelang dapat menyerang anak-anak maupun orang dewasa. Orang dewasa yang terserang penyakit cacing gelang tidak menunjukkan gejala apapun, namun pada anak-anak akan menimbulkan gejala mencret-mencret, gelisah, gigi gemeretak, kejang-kejang, dan lain-lain.

Cacing gelang yang terdapat di dalam tubuh, terkadang ada yang keluar bersama feses dan ada pula yang keluar melalui mulut (muntah). Cacing gelang dapat menetas di dalam maupun di luar tubuh. Jika di luar tubuh, telurnya akan tersebar di tanah yang basah maupun rumput. Anak-anak yang bermain di pekarangan yang kotor akan sangat mudah dan rentan sekali untuk terjangkit cacing gelang. Cacing-cacing ini dapat masuk melalui celah-celah kuku atau terselip di lipatan kulit tangan. Apabila anak-anak sehabis bermain tidak mencuci tangan dengan bersih, maka ketika makan, cacing-cacing itu akan ikut bersama makanan masuk ke dalam perut dan berkembang di dalam tubuh menjadi cacing dewasa.

Untuk mencegah dan menghindari serangan cacing gelang, sebaiknya tanamkan dalam diri anak untuk selalu mencuci tangan dengan bersih dan menggunakan sabun terutama sebelum makan atau setelah buang air besar.

Cacing Pita
Cacing pita terbagi atas berbagai jenis, akan tetapi kesemuanya berbentuk pipih panjang dengan tubuh belang-belang dan bentuk kepala kecil yang dilengkapi dengan alat penghisap atau kait kecil yang keduanya dipakai untuk berpegang pada dinding usus. Jenis cacing ini mendapat makanan dari isi usus dimana telurnya dilepas.

Penyebaran jenis-jenis cacing ini melalui telur-telurnya yang keluar bersamaan dengan keluarnya feses/tinja. Kemudian termakan oleh hewan bersamaan rumut atau makanan lainnya yang kemudian akan menetas di dalam pencernaan hewan tersebut. Cacing-cacing muda ini kemudian akan beraksi dengan membuat lubang masuk ke dalam bagian tubuh hewan sampai akhirnya berhasil membentuk kista dan hidup di dalam tubuh hewan. Oleh karena itu, jika daging mentah atau daging yang cara memasaknya kurang matang lalu dikonsumsi oleh manusia. Setelah berada di dalam tubuh manusia, kista tersebut akan menjadi cacing pita dewasa dalam usus dan hidup di dalam tubuh manusia dengan menyerap darah atau zat makanan yang terdapat pada usus manusia, disamping juga menimbulkan penyakit.

Jenis cacing pita diantaranya yaitu cacing pita daging, cacing pita ikan, dan cacing pita babi. Untuk mencegah dan terhindar dari serangan jenis ketiga cacing pita tersebut, hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

Hindari pengkonsumsian daging ataupun ikan yang kualitasnya tidak baik.

Mengolah daging atau ikan yang akan dikonsumsi sebaiknya benar-benar matang.

Hindari pengkonsumsian daging babi.

Dan lain-lain.Cara alamiah dengan menggunakan tanaman berkhasiat obat untuk mengatasi penyakit cacingan, antara lain :

10 gram temu hitam + 10 gram temu giring + 5 gram adas direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, airnya disaring, diminum hangat-hangat.

2 jari akar pepaya + 3 siung bawang putih + gula enau secukupnya direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, airnya disaring diminum hangat-hangat.

2 sendok makan biji pepaya dikeringkan lalu digiling halus. Setelah itu direbus dengan 100 cc air hingga mendidih + madu secukupnya, diminum hangat-hangat.

10 gram biji pinang kering + 15 gram kulit delima kering direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, airnya disaring, diminum setelah dingin.

1 pilah daun pepaya + 10 gram temu hitam direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, airnya disaring diminum hangat-hangat.Catatan : anda dapat menggunakan salah satu cara tradisional di atas, lakukan secara teratur sehari 2 kali. Dalam melakukan perebusan gunakan panci enamel atau periuk tanah.





Sumber: Hembing
Share this Article on :

8 komentar:

julidarmaputra mengatakan...

thanks bro, infonya sangat lengkap. kalau perut sering berbunyi apakah itu gejala cacingan juga?

Anonim mengatakan...

terima kasih infonya, ijin share bro...

Customer Service mengatakan...

Terima kasih untuk komentar, pertanyaan dan tammbahannya dari semuannya, silahkan di share. Perut bunya bisa juga diakibatkan cacing, semoga membantu.

Four for Forever mengatakan...

thanks bro

noa semy mengatakan...

kalau tanggan gatal - gatal trus timbul bendol - bendol kecil lama kelamaan membesar itu akibat cacing tambang juga ..?

noa semy mengatakan...

kalau tanggan gatal - gatal trus timbul bendol - bendol kecil lama kelamaan membesar itu akibat cacing tambang juga ..?

ani mengatakan...

kalau anus terasa gatal,mengganjal dan kadang nyeri,sering terjadi pada malam hari dan menyebebkan anyang-anyangan.apa itu cacingan?

Kelas Hepi mengatakan...

Makasih gan, ramuanx, akan langsung saya coba...:-D

Poskan Komentar

Terima Kasih Atas Komentar, Saran dan Pertanyaannya
Silahkan Ketik Pertanyaan, Saran Kritik, dan Komentarnya di Kolom Bawah ini.
www.pendidikanbekam.com

 

© Copyright Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bekam 2010 -2011 | Design by Bekam Center | Published by Bekam Tangerang | Powered by Blogger.com.